GASTROPODA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI LUJUNG DESA PALUMBUNGAN, BOBOTSARI, PURBALINGGA
Abstract
Sungai Lujung dan hulu Sungai Klawing merupakan perairan mengalir (lotik) yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, dan perikanan. Aktivitas manusia yang terus meningkat berpotensi menurunkan kualitas perairan dan memengaruhi kehidupan organisme di dalamnya. Salah satu organisme yang dapat digunakan untuk menilai kualitas air adalah gastropoda. Gastropoda memiliki sensitivitas terhadap perubahan lingkungan dan mudah ditemukan, sehingga dapat dijadikan bioindikator untuk mengetahui kondisi ekosistem perairan secara biologis.
Penelitian ini dilakukan di lima stasiun pengamatan yang tersebar di kedua sungai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, tepatnya teknik purposive random sampling. Sampel gastropoda dikumpulkan menggunakan transek kuadrat 1x1 meter dan dianalisis indeks ekologinya (kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, keseragaman). Selain itu, diukur pula parameter fisik-kimia perairan, yaitu temperatur, pH, dan TDS. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan Microsoft Excel dan diuji regresi antara indeks ekologi dengan kualitas air melalui analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas gastropoda didominasi oleh Melanoides Tuberculata, dengan indeks keanekaragaman tergolong rendah di seluruh stasiun. Dari ketiga parameter kualitas air yang diukur, hanya temperatur yang berbeda signifikan terhadap kelimpahan gastropoda. Meskipun pH dan TDS tidak menunjukkan hubungan yang kuat, nilai keduanya masih berada dalam batas toleransi spesies. Secara keseluruhan, gastropoda terbukti dapat menjadi bioindikator sederhana untuk menilai kondisi perairan, terutama dalam merespons perubahan suhu lingkungan.




