TOURISM INFORMATION CENTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA WISATA KAMPOENG KAUMAN HERITAGE, BANYUMAS

  • Billy Arifa Tengger Universitas Jenderal Soedirman
  • Raina Ghinaa Pratitasari Universitas Jenderal Soedirman
  • Indra Rio Saputro Universitas Jenderal Soedirman
  • Intrada Reviladi Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: Tourism Information Center, Desain Bangunan, Redesain Identitas Kawasan, Jurnal Keuangan, Identitas Budaya

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage, Desa Sudagaran, Banyumas, memiliki potensi wisata sejarah, budaya, seni, dan kuliner yang signifikan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang Tourism information center (TIC) sebagai pusat informasi terintegrasi dan ikon desa wisata. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, desain bangunan TIC, redesain identitas kawasan (logo, pamflet), serta edukasi manajemen keuangan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa TIC mampu berperan sebagai pusat layanan informasi, edukasi, serta promosi budaya lokal. Redesain logo dan pamflet berhasil memperkuat identitas visual Kampoeng Kauman Heritage, sedangkan pelatihan pencatatan jurnal keuangan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa wisata. Keberadaan TIC mendukung peningkatan daya tarik wisata, memperkuat identitas lokal, dan memberikan kontribusi pada pembangunan desa berkelanjutan.

References

Asnawi, M. A. (2013). Kontribusi arsip untuk organisasi publik. Academia.edu, 1–5.
Hermawati, Y., Wahyono, E., Samsiyah, S., Utami, H. D., & Dewiki, S. (2021). Digitalisasi Arsip di Kantor Kelurahan Pamulang Timur. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 27(3), 263–270.
Lestari, D. (2020). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Jurnal Administrasi Publik, 8(2), 101–112.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: Andi.
Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Denpasar: Udayana University Press.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Widhanarto, G. P., Sukirman, S., Kustiono, K., Zulfikasari, S., Ardiantoro, A., & Indrianingsih, Y. (2018). Peningkatan kemampuan pemahaman pengelolaan arsip bagi perangkat desa: Studi implementasi di Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Rekayasa, 16(2), 77–84.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Yuliani, R., & Prasetyo, H. (2019). Heritage tourism dan pemberdayaan masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 1(1), 15–25.
Published
2025-12-18
How to Cite
Tengger, B. A., Pratitasari, R. G., Saputro, I. R., & Reviladi, I. (2025). TOURISM INFORMATION CENTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA WISATA KAMPOENG KAUMAN HERITAGE, BANYUMAS. Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 3(2), 35-40. https://doi.org/10.65669/migunaninusantara.v3i2.543