IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN PASCAPANEN PADA BUAH MANGGA

  • Mela Prastika Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Ratna Dwi Hirma Windriyati Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Gita Anggraeni
Keywords: Karakteristik mikroskopis, makroskopis, Mangifera indica, Postulat Koch

Abstract

Mangga merupakan tanaman buah yang memberikan sumbangan terbesar ketiga terhadap produksi buah nasional di Indonesia. Produktivitas buah mangga di Indonesia cukup tinggi, namun belum didukung oleh fasilitas penanganan pascapanen yang tepat. Penanganan pascapanen yang tidak tepat mengakibatkan infeksi buah pascapanen dan mempercepat kebusukan. Pembusukan pada buah mangga juga dipicu akibat infeksi yang disebabkan oleh jamur patogen yang juga merupakan penyebab penyakit pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur patogen pascapanen dan gejala yang ditimbulkannya pada buah mangga. Pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jamur patogen yang menyebabkan penyakit pascapanen pada buah mangga dan menjadi acuan dalam menentukan teknik pengendalian penyakit pascapanen pada buah mangga. Pengambilan buah mangga dilakukan di toko buah buah yang berada di wilayah Purwokerto Barat dengan memilih buah yang terindikasi terinfeksi patogen. Sampel buah mangga diamati gejala yang nampak kemudian dideskripsikan secara visual. Isolasi jamur patogen dilakukan dari bagian buah mangga bergejala pada media Potato Dextrose Agar (PDA), kemudian diidentifikasi secara morfologi baik makroskopis dan mikroskopis. Uji virulensi dilakukan dengan menginokulasi cendawan pada 4 titik inokulasi buah mangga secara Postulat Koch. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan diperoleh 2 gejala penyakit pada mangga yaitu pada permukaan kulit buah terdapat bercak-bercak berwarna cokelat hingga kehitaman, sedikit cekung ke dalam sedangkan gejala lain yaitu lesio kebasahan dan tampak meluas. Berdasarkan hasil identifikasi ditemukan penyakit dengan dugaan jamur patogen penyebabnya berturut-turut yaitu; penyakit antraknosa disebabkan oleh Colletotrichum sp., dan penyakit busuk yang disebabkan oleh Pythium sp..

Published
2024-12-20
Section
Articles