PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN GIBERELIN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH TERUNG UNGU (Solanum melongena L) KADALUWARSA

  • Sidik Nur Rokhman Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Gita Anggraeni Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Keywords: benih kadaluwarsa, giberelin, terung ungu

Abstract

Terung mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan telah mampu menerobos pasaran, sehingga hasil dari budidaya terung bisa meningkatkan perekonomian petani. Tanaman terung adalah tanaman semusim yang proses pemanenannya lebih dari satu kali dan akan dibongkar apabila panenan terakhir sudah tidak memadai lagi. Setelah pemanenan terung maka dilakukan rotasi tanaman untuk memutus rantai serangan hama dan penyakit. Benih yang masih tesisa ini  harus menunggu rotasi yang cukup lama menyebabkan benih sisa terancam kadaluwarsa. Benih yang telah melewati masa kadaluwarsa akan mengalami deteriorasi dimana viabilitas benih mengalami penurunan, hal ini menjadi salah satu kendala dalam budidaya terung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai solusi perkecambahan terhadap benih yang sudah kadaluwarsa dengan memanfaatkan hormon Giberelin. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh rendaman hormon Giberelin terhadap perkecambahan benih terung ungu kadaluwarsa 2) waktu terbaik untuk perendaman benih terung ungu kadaluwarsa dengan hormon Giberelin.

Penelitian ini akan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi Giberelin dan lama waktu rendaman. Terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan menggunakan 20 butir benih dan cadangan 5 butir sehingga keseluruhan benih yang digunakan 900 butir. Pengamatan dilakukan pada bulan Agustus sampe September 2023. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).

Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dosis larutan giberalin 20 ppm mampu meningkatkan persentase perkecambahan benih terong ungu kedaluwarsa tetapi tidak berbeda dengan kontrol atau menggunakan aquadest, sedangkan tinggi tanaman dan panjang akar belum dapat ditingkatkan pertumbuhannya; (2) lama waktu perendaman larutan giberalin selama 12 jam mampu meningkatkan persentase perkecambahan benih terong ungu kedaluwarsa tetapi tidak dapat meningkatkan tinggi tanaman dan panjang akar; (3) kombinasi perlakuan dosis dan lama waktu pemberian larutan giberalin pada benih terong ungu kedaluwarsa tidak dapat mempengaruhi  persentase perkecambahan, tinggi tanaman, dan panjang akar.

Published
2024-09-20
Section
Articles