PENDIDIKAN INFORMAL SEBAGAI UPAYA REGENERASI KOMUNITAS ISLAM KEJAWEN DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS

  • Roni Dwiyanto Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
Keywords: Pendidikan Informal, Regenerasi, Islam kejawen Bonokeling, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pendidikan informal, proses regenerasi, serta faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan Komunitas Islam Kejawen Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan informal dalam komunitas Bonokeling berlangsung melalui keterlibatan generasi muda dalam ritual adat, forum tukar kawruh, gendhu-gendhu rasa, serta komunikasi lisan antara sesepuh dan masyarakat. Pendidikan ini membentuk pemahaman generasi muda mengenai nilai religius, etika sosial, serta identitas budaya komunitas. Proses regenerasi berlangsung secara natural melalui pembiasaan, keteladanan, dan penguatan hubungan emosional antara generasi tua dan muda. Faktor pendukung regenerasi meliputi ikatan genealogis yang kuat, otoritas tokoh adat, solidaritas sosial, dan keberlanjutan ritual. Sementara itu, modernisasi, pengaruh teknologi, perubahan pola pikir pemuda, serta tekanan ekonomi menjadi hambatan utama dalam proses regenerasi budaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal memiliki peran strategis dalam pelestarian nilai dan identitas Komunitas Islam Kejawen, serta menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan tradisi di tengah perubahan sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pendidikan berbasis budaya dan pelestarian kearifan lokal.

Published
2025-12-30